Sejarah Ratu Farah Diba (Farah Pahlavi)
"SAYA ini Ratu yang bekerja kerak." kata Ratu Farah Pahlavi dari Iran. Ucapan bekas mahasiswi arsitektur yang kini jadi permaisuri kerajaan Iran alasanya betul. Farah, selain ahli waris nomor satu kalau Syah Iran mangkat, juga telah diangkat sebagai penasehat Utama masalah-masalah sosial. Di bawah Ratu ada 4 orang staf yang bekerja. Dengan mendapat bujet sekitar dua milyar rupiah setahunnya, instansi yang dibawahi Ratu ini mengurus segala macam soal. Mulai dari perumahan sampai dana untuk menunjang para artis. Dan Ratu Farah memang tidak punya banyak waktu tersisa. Selain harus menghadiri segala macam resepsi dan perjalanan resmi, dan di samping empat orang anak yang masih di bawah 14 tahun, ada sekitar 50.000 sural-surat setahunnya yang harus pula diurus. Juga sebuah sekolah kecil di istana - "agar anak-anak saya mendapat pendidikan biasa seperti anak-anak lainnya", katanya. Sebab 45 orang murid yang dikumpulkannya bukan hanya anak-anak berdarah biru. Seorang pekerja yang telah 20 tahun lamanya bekerja pada Syah bahkan berkata: "Pernikahan dengan Ratu Farah telah membuat Syah bukan saja seorang hepala negara, tapi juga seorang manusia". Syah pertama kali menikah dengan adik Raja Farouk yang cuma memberi keturunan wanita. Kemudian dengan Puteri Soraya yang cuma berhasil memberi cinta tanpa anak. Baru di tahun 1959, Syah menikah dengan Farah Diba yang kemudian membawa perobahan banyak terhadap diri Syah. Syah sendiri setiap harinya bekerja tidak kurang dari l S jam. "Satu-satunya waktu kami adalah kalau kami liburan musim dingin dan melewatkannya di St. Morit", tambahnya. Dan sebagai isteri Shahenshah yang kaya, Farah berpakaian cukup sederhana. Mode-mode Paris memang mempengaruhinya, tapi bahan-bahan baju selalu diambil dari hasil tekstil negeri sendiri. "Dalam keadaan dunia seperti sekarang ini -- dengan begitu lanyak masalah dan petaka kita toh tidak lagi hidup dalam alam dongeng. Juga saya rasa, saya terlalu sibuk untuk memakai segala yang mewah-mewah'. Karena inilah, beberapa perhiasan milik Ratu Farah diserahkannya pada museum.
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1975/02/15/PT/mbm.19750215.PT66361.id.html



0 komentar:
Posting Komentar