mungkin aku nggak pernah berani nulis apapun tentang kehidupan aku di setiap jejaring sosial, bukan karena aku anti-sosial atau semacamnya tapi ada hal lain yang orang nggak perlu tau tentang sisi kehidupanku. mungkin cukup aku yang tau. semakin bertambah usia seseorang maka semakin banyak pula masalah yang akan silih berganti datang, itu membuat kita dewasa tapi tidak dengan meninggalkannya begitu saja. yak! aku berusaha untuk tidak lari dari masalah yang aku hadapi, tapi aku belum siap! itu aja! belum siap nangis, belum siap kehilangan, dan belum siap segalanya. capek ternyata nyimpen rahasia yang lama-kelamaan bakal ketauan. semakin lama rahasia itu disimpen, maka semakin sakit pula si penyimpen rahasia itu. jangan suruh aku buat milih antara KAMU atau DIA, karena kalian itu penting banget buat aku. butuh banyak keberanian ekstra buat sebuah PENGAKUAN PENGKHIANATAN. tapi jujur, DIA yang KAMU anggap jahat itu ternyata lebih menyenangkan dan menenangkanku dalam keadaan apapun. dan aku nggak akan ngelepasin ataupun rela bagi-bagi sama siapapun. DIA MILIKKU! itu cukup. sekian.







to preserve their strength of character. Even if only indirectly, throughout history they have been influential behind the scenes." This can best be seen through their demeanor. People who have been humiliated and oppressed do not stand upright. "To me, the evolution of Iran was measurable by the manner in which people carried themselves. During my husband’s reign people regained their national pride and walked with their heads held high. For me, that was the barometer of change and development."’